Knowing Christ

Pdt Mie Khie Liong
18 Juni 2017
Filipi 3:7-11 (khusus nya ayat 10-11 pada hari ini)

Rekaman Praise & Worship

Dalam ayat 7-8 yang sudah dibahas minggu lalu, Paulus menganggap semua yang dia miliki waktu itu (seorang Farisi, benar di mata hukum, dll) sebagai kerugian (yang dimana di mata dunia, apa yang di punyai Paulus saat itu begitu tinggi) karena Kristus.

Latar belakang atau hidup kita yang “bagus” bisa menghambat kita untuk bertemu dengan Kristus. Kita mungkin dari luar terlihat baik, kita memberi sumbangan, berbuat baik, dan sebagainya. Tapi sama hal nya dengan orang Farisi dan pemungut cukai yang berdoa kepada Tuhan, kita semua pun sama = hati kita busuk, penuh kebencian, iri hati, kemarahan, nafsu dan sebagainya! Jadi, justru di saat kita melihat diri kita baik dan tidak punya latar belakang kriminal, itu malah lebih berbahaya karena membuat kita merasa kita tidak membutuhkan lagi Kristus!

Paulus punya kerinduan untuk menjadi seperti Yesus – dia ingin mengenal Kristus, kuasa KebangkitanNya, persekutuan dalam penderitaanNya, dimana dia menjadi serupa dalam kematian Kristus!

PAULUS INGIN MENGENAL KRISTUS

Paulus ingin lebih tahu lagi tentang Kristus, dan demikian halnya saat kita diselamatkan Kristus, kita punya kerinduan untuk mengenal dan tahu lebih lagi tentang Dia. Untuk bisa mengenal seseorang, kita harus memberikan waktu pada orang tersebut untuk lebih kenal lagi, bukan? Demikian halnya dengan Tuhan kita Yesus Kristus. Kalau kita ingin lebih tahu lagi tentang Dia, kita harus memberikan waktu untuk Dia: berdoa padaNya, membaca firmanNya, berjalan bersamaNya dalam kehidupan kita setiap hari.

Apakah kita memberikan waktu kita pada Dia?

PAULUS INGIN TAHU LEBIH TENTANG KUASA KEBANGKITAN KRISTUS

Paulus ingin tahu lebih lagi tentang kuasa kebangkitanNya (the power of His resurrection), bahwa suatu hari nanti kita juga akan bangkit seperti Yesus, tubuh yang baru seperti Yesus, dan hidup kekal bersama Yesus! Itu yang kita tuju dan itu yang dilihat rasul Paulus saat dia di penjara dan dia tahu hidupnya sudah tidak akan lama lagi.

Demikian hal nya dengan kita, semakin kita tahu, kita akan semakin punya pengharapan dalam Dia. Tidak akan ada lagi tubuh yang cacat, sakit, dan tidak akan ada lagi dosa. Saat kita punya pengharapan seperti itu, kita akan bersedia menderita bersama dengan Kristus

PAULUS INGIN LEBIH TAHU TENTANG PERSEKUTUAN DALAM PENDERITAANNYA (May share His sufferings)

Suffering in this world is unavoidable. Kalau kita mau mengikuti Yesus kita harus memikul salibNya – kita akan menemui tantangan, penolakan, penderitaan. Roh Kudus akan memberikan kita kekuatan di tengah penderitaan kita karena Kristus! To know Christ is to share His burden to the world, to love your enemies, and to forgive.

Paulus sama dengan kita, pasti tidak suka sakit dan menderita, tapi dia melihat jauh ke depan dan melihat pada Kristus. Apakah kita rela memberikan nyawa kita bagi Kristus? Apakah kita takut akan kematian?

Mungkin kita sekarang hidup enak dan biasa, tapi apabila ada sebuah kejadian dimana iman mu di tantang dan engkau harus menderita di dalam nama Kristus, mau kah engkau?

Paulus mau, karena dia bisa melihat Kristus di salib dan jauh ke depan pada kekekalan

PAULUS INGIN MENJADI LEBIH SERUPA DALAM KEMATIAN KRISTUS (ayat 11)

Bukan jalan yang mudah saat ikut Tuhan dan kita tahu Paulus mendapatkan begitu banyak tantangan yang luar biasa, tapi di tengah itu semua, Paulus masih bersuka cita dan menasihatkan kita untuk bersuka cita, karena dia tahu benar apa yang dia nantikan di akhirat.

Mungkin hari ini kita berjuang, kita studi atau kerja dengan keras – tapi apa goal kita? Apakah Kristus di ujung perlombaan kita, atau kah ujung kita hanyalah prestasi dunia? Kita perlu lebih mengevaluasi dari awal: apakah kita ada dalam perlombaan yang benar? Apakah tujuan kita untuk lebih mengenal Dia? Untuk mengalami kuasa kebangkitanNya?

Apakah kita studi untuk bisa sukses di kemudian hari? Hanya itu saja kah? Adakah pernah berpikir untuk kemuliaan Tuhan dan bagaimana kita bisa memuliakan Tuhan?

X