God’s antidote to anxiety

Vincent Wong
Ringkasan khotbah 23 Juli 2017

Rekaman Praise & Worship

Kekuatiran adalah suatu hal yang biasa dan pasti pernah dialami setiap orang. Kira-kira kekuatiran apa yang kau alami saat ini? Apakah mendapatkan pekerjaan? Bisnis yang tidak maju? Pasangan hidup? Masalah finansial? Penyakit?

Bagaimana kita tahu kalau kita sedang mengalami gangguan kekuatiran? Saat kita tidak bisa fokus pada hal di depan kita, tapi malah fokus pada kekuatiran kita

Apa kata firman Tuhan tentang kekuatiran? Baca Filipi 4:6
Kata kuatir berasal dari kata yang menunjukkan bahwa kita di tarik dari 2 sisi (sisi pengharapan vs kenyataan yang kita hadapi); mencekik kedamaian dalam hidup ini.

Apakah kekuatiran adalah sebuah dosa (karena Paulus memerintahkan untuk tidak kuatir)? Kekuatiran menggantikan Tuhan karena kuatir berarti kita tidak percaya pada Tuhan yang berdaulat dan in control. Concern (misalnya terhadap gereja supaya bisa bertumbuh, akan masa depan anak kita sehingga kita mempersiapkan) adalah sesuatu hal yang baik tapi saat kita terlalu fokus di sana, maka concern ini akan berubah menjadi kekuatiran (yang mengandalkan kekuatan diri kita sendiri)!

Lalu bagaimana kita bisa mengatasi kekuatiran? Baca lagi Filipi 4:6

Datang kepada Allah (ayat 6)

a. Dengan segala permohonan
Banyak anak Tuhan yang mengaku dirinya anak Tuhan, tapi saat ada masalah datang, kita tidak datang kepada Tuhan kita dan malah mengandalkan pertolongan orang lain. Ini juga tentu nya kita harus mengenal siapa Tuhan kita, seperti yang sudah dibahas minggu lalu.

Attribut-attribut Allah apa saja yang berhubungan dengan kekuatiran kita?
– Allah yang Maha Kuasa dan Berdaulat: kalau kita tahu ini, maka kita tidak akan kuatir, karena kita tahu tidak ada masalah yang Tuhan tidak bisa atasi.
– Allah yang Maha Tahu: Dia tahu semua masalah kita
– Allah yang Maha Suci: Tidak ada satu rancangan jahat pun untuk hidup kita
– Allah yang Maha Pengasih: Dia perduli dengan masalah kita; sampai Dia mengirimkan anakNya untuk kita
– Allah yang Maha Ada: Dia Tuhan yang dekat dengan kita
Ketika kita ingat dan tahu benar seluruh karakter Tuhan ini, kita bisa datang kepadaNya dengan segala permohonan kita!

Yesus banyak juga membahas kekuatiran (Matius 6:25-34, 1Petrus 5:7, Lukas 11:11-12)

b. Dengan ucapan syukur
Kita harus tahu bahwa masalah yang kita alami tidak pernah melebihi kekuatan kita, dan ada rancangan yang baik bagi kita, karena itu kita bisa bersyukur. Kalau kita tidak bisa bersyukur, maka jangan-jangan bukan lah Tuhan yang kita cari, tapi hanya berkat-berkatNya saja!

Terkadang jawaban doa kita adalah tidak (bahkan permintaan Paulus pun ditolak), tapi kita harus tetap bersyukur karena kita mengerti Tuhan tahu yang terbaik untuk kita. Bisa kah kita mengucap syukur saat Tuhan menjawab “nanti dulu”? Mazmur banyak menulis curahan isi hati Daud yang meminta jawaban doa yang tidak kunjung datang; Daud selalu menutup doa dengan mengingat kebaikan Tuhan dan apa yang sudah Dia lakukan.

Damai sejahtera Tuhan akan menjaga kita (ayat 7)

Memelihara = guard = menjaga, seperti tentara yang datang ke suatu kota untuk menjaga kota tersebut dari serangan musuh. Hati kita terus dijaga supaya bisa damai dan tidak kuatir akan masalah kita. Dunia banyak menawarkan kedamaian semu, namun bisa hilang dalam sekejap.

Kedamaian yang datang dari Tuhan ini hanya bisa didapatkan dari Allah sang Raja Damai (Roma 5:1). Tanpa ini, kita tidak akan mendapatkan kedamaian yang sejati.

Apa yang bisa menyebabkan kedamaian ini hilang? -> Dosa yang kita tidak akui di hadapan Allah Bapa.
Datang dan minta ampun padaNya! Daud, yang disayangi Tuhan, pun bisa jatuh di dalam dosa dan kita bisa melihat bagaimana Daud meminta ampun dengan sungguh-sungguh, dan dia tidak bisa merasakan damai sejahtera.
Kalau kita tidak pernah merasakan damai yang sejati, jangan-jangan ada hal yang kita tidak serahkan dan akui di hadapan Tuhan. Kalau kita tidak memberikan sepenuhnya, maka titik lemah itu akan dipakai iblis dan akan menjadi kekuatiran kita (misal: saya serahkan hidup saya pada Tuhan, tapi saat mencari pasangan hidup, itu pilihan saya, dll).

Kita sering fokus pada diri kita sendiri, sehingga kita kuatir apa kata orang, atau bagaimana orang merespon kita. Padahal yang terbaik adalah kita melakukan yang terbaik dan menyerahkan hasilnya kepada Tuhan, apa pun itu.

Selidiki lah hati saudara saat ini. Kalau kau sering kuatir, jangan-jangan ada hal yang kau belum serahkan sepenuhnya kepada Tuhan kita! Datang kepadaNya dengan kejujuran hatimu! Dan kalau kau tidak pernah merasakan damai yang sejati, serahkan lah hidupmu kepada Yesus Kristus, yang sumber daripada damai sejati!

X