Firman Tuhan Sebagai Pedoman

Pdt Victor Liu
Seri Buku Filipi: Satisfaction in Christ
Ringkasan khotbah 28 Mei 2017
Filipi 2:14-16

Rekaman Praise & Worship

Song List:

  • Allah sumber kuatku
  • Arise & Shine
  • Kepuasan dalam Kristus
  • Dasar hidupku

Jangan menggerutu, dalam segala hal – karena kita cenderung menggerutu pada hal hal yang kita tidak sukai. Istilah bahasa asli nya menggerutu adalah seperti kudeta = omong perlahan-lahan, lalu lama lama kesana kemari, dan lama kelamaan jadi gerombolan dan membuat kudeta.

Dan kiranya kita tidak bercela (tidak didapatkan kesalahan apa-apa) dan bersinar di dalam dunia ini.

Ayat 15 mau mengingatkan kita kembali pada bangsa Israel di Ulangan yang disebutkan sebuah bangsa yang bengkok hati nya, yang keras hati, selalu menggerutu dan mengeluh pada Tuhan, dan juga tidak taat! Paulus memakai untuk menyatakan yang terjadi dalam dunia sekarang ini – banyak pengikut Tuhan yang hanya tubuh dan luar nya saja “Kristen”, tapi hati nya jauh sekali dari Tuhan dan sudah ikut dunia. “As long as I”m happy, it”s ok to do it” – itu lah yang diajarkan dunia sekarang dan banyak pengikut Tuhan yang juga memegang prinsip ini, betapa menyedihkan!

FIRMAN TUHAN SEBAGAI PEGANGAN/PEDOMAN

Istilah ayat 16 “berpegang pada firman kehidupan” adalah firman Tuhan sebagai pedoman, pegangan.
Berpegang pada firman kehidupan: “holding fast to the word of life”, “give attention to”, “to observe upon”. Kata “holding” berasal dari kata “echo” (menunjukkan terus-menerus bertahan/kuat) dan kata preposisi “upon” atau “berada di atas” => Diamati, di pegang erat-erat agar jangan sampai lepas.

Dalam konteks ini, berarti firman Tuhan jadi pedoman dalam hidup! Firman Tuhan (yaitu “Firman” yang akhirnya hidup dan memberikan kehidupan dalam konteks Yesus Kristus [Yohanes 1:1]). Firman, yang adalah sumber kehidupan dan memberikan hidup yang baru (the Gospel). Hidup baru dalam injil Yohanes adalah berbicara soal kualitas hidup yang baru, yang tidak sama dengan kehidupan kegelapan kita sebelum mengikut Kristus!

Coba bayangkan apa jadi nya orang Kristen yang tidak pernah mau belajar Firman Tuhan?
Ketika kita masuk pernikahan, ada pedoman Firman Tuhan untuk hubungan rumah tangga (Kolose 3:18-19). Ada juga firman Tuhan / pedoman dalam kita bekerja, dalam kemarahan, dalam melayani Tuhan, dalam kesendirian, dalam penindasan, dan sebagainya.

Firman Tuhan menopang dan menguatkan kita! Kalau kita tidak pernah ada Firman Tuhan yang kita pegang dalam menjalani hidup, kita akan sama seperti mobil yang tidak ada rem nya! Kita berkata-kata dan bertindak apa saja sesuai yang kita mau, sesuai perasaan kita. Ini sama hal nya seperti bangsa Israel yang memuji-muji Tuhan saat diberi berkat dan menggerutu saat tidak suka akan sesuatu hal.

Ketika ingat Firman dalam segala sesuatu, kita tidak akan pernah menggerutu, karena kita tahu Tuhan mengontrol dan berdaulat, Dia tidak buta atas hdup kita. Dalam situasi dan keadaan kita, kita berserah pada Tuhan dan melakukan yang terbaik yang kita bisa lakukan!

Sebagai pedoman, Firman Tuhan akan merubah filsafat hidup kita, hati kita, dari dalam. Luar kita bisa sama, tapi kita semakin bersinar dan semakin serupa Kristus. Demikian hal nya kalau kita tidak menjadikan Firman Tuhan sebagai pedoman, luar kita tetap sama, tetapi kita semakin lama akan semakin mati rohaninya!

Kiranya hari ini kita mau pegang Firman Tuhan sebagai pedoman hidup kita, kita pelajari dan pegang erat-erat, sehingga dalam situasi apa pun, terang Kristus selalu ada bersama dengan kita dan firman Tuhan menjamah dan mengubah kita!

X