Christmas: The Worship for the Saviour King

Pengkhotbah tamu Pdt Efendy Tahir
Ringkasan khotbah 25 Desember 2017
Matius 2:9-11

Rekaman Praise & Worship

Kapan orang-orang majus ingin mulai menyembah Tuhan? Kapan kita, mulai menyembah Dia? Di saat natal ini, sering ada pesta-pesta natal atau keinginan untuk menyembah Tuhan pada saat natal. Apakah sama dengan orang-orang majus yang pada saat kelahiran Yesus, baru mereka ada keinginan menyembah Dia?

Menyembah Dia saat kita mengerti bahwa Dia adalah Raja dan Juru Selamat kita

Matius 2:1-2 menunjukkan bahwa orang-orang majus sudah tahu dan mengerti bahwa Yesus adalah sang Raja yang dijanjikan. Refleksi: Saat kita memahami dan mengaku keberadaan Yesus secara benar sebagai Raja, Juru Selamat, apakah kita sudah sungguh-sungguh menyembah Dia? Dan apakah kita sungguh-sungguh memahami Yesus sebagai seorang Raja? Bahkan, Dia seorang Raja yang melayani kita!

Sering kita lupa, bahwa yang datang untuk menyelamatkan kita adalah seorang Raja, dimana kita sungguh-sungguh seharusnya menyembahNya! Dia yang tidak berdosa, dijadikan dosa (artinya, menanggung dosa kita dan hukuman kita). Seorang Raja, seorang Juru Selamat! Kita sering mengecilkan ini!

Menyembah Dia di setiap langkah kehidupan

Wahyu menuliskan bahwa kita akan menyembah Yesus selama-lamanya, tapi itu bukan berarti kita sekarang tidak menyembahNya.

Apa bukti-bukti orang majus ingin menyembah Dia?
Orang-orang majus pun demikian, mereka sungguh-sungguh ingin menyembah Yesus: mereka mencari Yesus, memprioritaskan untuk menyembah Yesus dan meninggalkan banyak hal (mereka datang dari tempat yang sangat jauh; diperkirakan sekitar 2 tahun. Mereka orang-orang yang dihormati dan berada, tapi rela meninggalkan kenyamanan begitu lama untuk bertemu dan menyembah Yesus). Orang-orang majus juga tetap berusaha walaupun ada kesulitan dan perjuangan (mereka bisa tersasar, banyak perampok liar), dan mereka tidak beralih kepada raja lain (walaupun sudah bertemu dengan raja Herodes). Mereka mau mengambil resiko demi menyembah Tuhan!

Memprioritaskan Tuhan berarti mengikuti kehendak Tuhan daripada kehendak dan keinginan diri kita sendiri! Apakah kita selama ini hidup dan melayani Tuhan untuk diri sendiri? Atau kah kita sungguh-sungguh untuk Tuhan?

Saat kita bekerja, apakah kita memprioritaskan untuk menyenangkan Tuhan, atau kita relakan apa saja untuk mendapatkan hal yang kita mau? (Promosi, gaji, atau keuntungan dalam bisnis?)

Kalau kita ingin menyembah Dia di setiap langkah kehidupan kita, ada tuntunan dari Allah untuk kita! Orang-orang majus mendapatkan tuntunan Tuhan melalui bintang dan bahkan melalui mimpi.

Penyembahan yang benar pasti memberikan sukacita dan dampak yang luar biasa

Matius 2:10 menuliskan konfirmasi Tuhan bahwa usaha mereka tidak sia-sia. Ada kesempatan yang berharga untuk mempersembahkan yang bernilai karena memang Dia-lah Raja, Sang Juru Selamat. Tidak ada harta atau apa pun di dunia ini yang bernilai yang kita bisa berikan bagi sang Raja, tapi kita bisa berikan hati dan hidup kita secara total untuk Dia!

Penyembahan yang benar tidak hanya memberi suka cita bagi orang-orang majus itu dan tentunya Yesus Kristus; tapi juga menjadi sesuatu yang memberi berkat.

X