Konsep penginjilan dari Daniel 1

2Korintus 3:2-3. Setiap dari kita adalah surat2 Kristus. Kalau kita suka marah2, berkata kotor, dll, kita memalukan Tuhan!

Ibrani 8:7-13. Dalam perjanjian baru, hukum yg tertulis itu sudah ditulis di hati kita, bukan lagi di kertas2. Bukan karena kita takut dihukum, tapi karena kita tidak mau.  Kalau Roh Allah ada di hidup kita, maka apa yg kita lakukan adalah karena itu firman Tuhan. Bukan lagi karena takut dihukum atau terpaksa. 

2) PENGINJILAN ADALAH SUATU GAYA HIDUP
Kalau kita terus bersahabat dengan seseorang, maka kita sering tertular dan ada transformasi. Jadi mirip dengan satu sama lain. Demikianlah kalau kita bergaul dengan Allah. Seberapa intim kita bergaul dengan Allah, itulah gaya penginjilan kita.

Ayat Daniel 1:6-8. Perhatikan ayat 8. “berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya”. Tempat Daniel berubah, bahasanya harus berubah, teman2nya berubah, namun dia berketetapan hati untuk tidak berubah. “Semua boleh berubah disekitarku namun aku tidak akan pernah berubah!”. Saat kita berketetapan untuk setia dan tidak mau berubah karena meyakini firman Tuhan, kita dipakai Tuhan dan bisa mengubah orang, bahkan menyelamatkan orang2 (Daniel 2:17-18).
Ayat 13 – lihat jawaban Daniel. Daniel membuktikkan bahwa pendapat pegawai raja itu salah dan mereka mengubah pendapat melalui ketetapan hati mereka.
Orang yang punya ketetapan hati juga bisa mengubah orang yang hatinya keras (raja Nebukadnezar).

Seringkali kita mudah berubah setiap hari karena pergaulan dan juga dunia ini. Saat kita tidak berketetapan hati, kita mudah terpengaruh dan semakin pudar terang Tuhan dalam diri kita.

Reblog this post [with Zemanta]NOTE: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah
More in Sermon Notes (198 of 483 articles)