|
Sermon Notes
|
|
Sunday, 18 December 2011 21:50 |
Jesus is our dearest and our hope Pdt Victor Liu Ringkasan khotbah 4/12/2011
Tuhan mau kita untuk punya kenikmatan dan sukacita dalam hidup ini, selama kita ada di dunia. Tapi bukan hal yang sementara, yang dari dunia, tapi yang kekal. Saat kita bersuka cita dalam Tuhan, kita akan lebih lagi memuliakan Tuhan. Saat kita mengeluh, menggerutu, maka terang kita dalam Tuhan tidak akan bisa bersinar. Apa dan siapa pun yang kita anggap penting, akan kita hargai dan mengejarnya tanpa disuruh atau dimotivasi. Apakah itu barang, aktivitas, atau orang yang terdekat di mata saudara
Filipi 3:4-8 Orang-orang Yahudi banyak yang fokus pada hukum Taurat bahwa diselamatkan harus ikut dengan hukum2, disunat, dll. Rasul Paulus mengecam mereka dan memberikan nasihat tentang hal ini. Paulus di ayat 4-6 menekankan betapa dia mengikuti dan menguasai semua hukum Taurat secara total, dan dia pun orang Farisi yang benar-benar menguasai hukum Taurat (sekitar hanya ada 3000 orang Farisi pada waktu itu), bahwa mereka menolak Mesias dan fokus pada hukum Taurat. Lalu di ayat 7-8, Paulus memberikan prinsip dia yang baru.
Istilah sampah di sini adalah "skubalon" - yang useless, tidak berguna, dan tidak ada harganya sama sekali. "pengenalan akan Yesus Kristus" - bahwa pengenalan yang membuat Yesus menjadi berharga dan paling bernilai dalam kehidupannya. Paulus mau menekankan betapa dia menganggap semua yang dia bangga-banggakan di masa lampau adalah sampah dibandingkan dengan Tuhan kita Yesus Kristus. Paulus membuang itu semua karena dia menganggap nilai yang dia ketahui akan Yesus Kristus jauh lebih berharga dan bernilai
Perhatikan juga Efesus 1:16-17 Paulus mengajarkan betapa kita sudah ditebus dan diampuni dalam Tuhan kita Yesus Kristus dan Roh Kudus tinggal di dalam diri kita. Paulus mendoakan supaya jemaat Efesus: (ayat 18-19) a. Punya pengharapan b. Kekuatan Dimana kuasa itu adalah kuasa yang sama yang membangkitkan Yesus Kristus, kuasa untuk memberikan kita kekuatan dalam hidup khususnya dalam mengalahkan dosa.
Mata rohani kita sering dibutakan dengan hal-hal lain dalam hidup kita, yang kita anggap jauh lebih berharga dari Tuhan kita Yesus Kristus!
THE IMPLICATION OF JESUS CHRIST AS OUR DEAREST & HOPE
1) JANGAN TERPENGARUH DENGAN AJARAN SESAT Ajaran sesat pada waktu itu adalah orang2 Yahudi yang ingin hukum2 Yahudi di nomor satukan sebelum ikut Tuhan Yesus Kristus. Sama halnya terjadi di kitab Ibrani dimana konsep perjanjian lama mau dijadikan pola dan dasar, dibandingkan Yesus Kristus. Di 2Petrus, 1TImotius, 2Timotius pun banyak disebutkan ajaran-ajaran sesat lainnya.
Mungkin tidak ada lagi kesesatan soal hukum Yahudi dalam hidup kita sekarang, tapi secara tidak sadar kita bisa disesatkan dengan konsep-konsep di dunia modern ini, sehingga akhirnya Yesus Kristus tidak lagi jadi yang paling bernilai dalam hidup ini.
Banyak orang yang dulu ikut Tuhan namun akhirnya mundur dan terbawa arus dunia ini. Biasanya karena orang-orang ini terpengaruh pada situasi (ikut Yesus sungguh-sungguh saat semua berjalan dengan bagus), pengaruh teman-teman (karakter yang baik dirusak oleh pergaulan teman-teman), motivasi yang salah ikut Yesus (mau berkat, penyembuhan, dll).
2) JANGAN TERBUAI DENGAN KENIKMATAN DUNIA Selalu ingat yang dikatakan Rasul Paulus - bahwa nilai2 dunia adalah sampah dan bahwa mengabdi pada Yesus Kristus jauh lebih berharga dari apa yang kita punyai di dunia ini. 1TImotius 6:10 (cinta pada uang bisa merusak hubungan rumah tangga, dll) Cinta kita pada dunia akan membuat cinta kita pada Tuhan hilang! Saat hati kita diberikan pada yang lain, maka kita tidak akan lagi mencintai hal yang kita sedang hidupkan.
Ingat kisah istri Lot yang sudah dipesankan untuk tidak menengok ke belakang, namun dia menengok dan akhirnya mati jadi tiang garam. Yesus Kristus mengutip nya, jadi kisah ini benar adanya dan terjadi. Dia lebih cinta dengan apa yang dia punyai, yang dia tinggalkan daripada mengikuti perintah Tuhan!
3) SEMANGAT DALAM MELAYANI TUHAN Karena pribadi yang sangat berharga ini lah, kita seharusnya ikut ambil bagian dalam pekerjaan Tuhan dengan antusias. 1Korintus 15:58
Mari kita bersama-sama di bulan Desember ini menghidupkan dedikasi kita kepada Tuhan Yesus Kristus, sebagai pribadi yang paling berharga dalam hidup kita, dan semakin antusias dalam melayani Tuhan! Apa atau siapakah yang paing kita kasihi dalam dunia ini? Tuhan kita? Ataukah yang lain?
Note: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah
|