|
Sermon Notes
|
|
Saturday, 05 November 2011 01:58 |
Pdt Victor Liu Ringkasan khotbah 5 November 2011
Banyak orang Kristen yang tidak siap saat menerima berkat dan bahkan akhirnya diperbudak dengan berkat itu dan tidak memuliakan Tuhan. Padahal keinginan Tuhan saat memberikan berkat pada kita adalah untuk dikembalikan lagi kepada Dia, untuk memuliakanNya. Juga keinginan Tuhan untuk kita bisa bersuka cita di dalam Dia.
John Piper: "God is the most glorified in us when we are most satisfied in Him! Apa pun yang terjadi dalam hidup kita, saat kita menyadari adanya juru selamat kita yang Maha Kuasa dan pribadi yang sangat berharga, maka kita akan selalu bersuka cita di saat apa pun juga!
THE IMPORTANCE OF AFFECTIONS
1Petrus 1:8 "….greatly rejoice with joy inexpressible and full of glory" Mereka dianiaya pada saat 1Petrus ini ditulis tapi ada joy yang tidak bisa diekspresikan saat mengingat dan percaya pada Yesus Kristus
2Cor 9:7 - "God loves a cheerful giver" - NASB Roma 12:8 - "…He who shows mercy, with cheerfulness"
KIta semua bisa melakukan apa yang benar, tapi jauh dari Tuhan. Kita bisa menyanyi dan melayani Tuhan, tapi jauh dari Tuhan (seperti dikatakan di Yesaya mengenai bangsa Israel) Pikiran/pengetahuan dan hati kita harus fokus dan diberikan pada Tuhan, tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya.
Imamat 19:18 - "Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu…" Matius 18:35 - "Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu" 1Peter 1:22 - "Love one another earnestly from the heart" (RSV) Romans 12:10 - "Love one another with brotherly affection" (RSV) James 1:2 - "Consider it all joy, my brethren, when you encounter various trials" Philippians 2:14 - "Do all things without grumbling or disputing" Colossians 3:23 - "Whatever you do, do your work heartiy, as for the Lord rather than for men"
THE DESTROYER OF OUR JOY
1) PRIDE/SOMBONG Proverbs 8:13 - "Pride and arrogant.. I hate.." 1Petrus 5:5 - "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." Sombong tidak membuat suka cita karena berlawanan dengan hakekat kita untuk memuliakan Tuhan. Kesombongan menyedot semua kesuksesan untuk diri kita sendiri, bukan Tuhan! Belajar dari Yosua, bahwa semua generasi yang baru mereka harus disunat (disiapkan supaya ingat janji Tuhan, ingat apa yang Tuhan berikan pada mereka) - karena mereka sudah dewasa, saat disunat mereka tidak bisa melakukan apa-apa selama beberapa minggu, jadi mereka harus mempersiapkan diri mereka. Banyak orang Kristen yang tidak siap, saat Tuhan berikan usaha yang bagus, pekerjaan, mobil, pasangan hidup, atau rumah, lalu malah jauh dari Tuhan!
2) SELF PITY/MERASA KASIHAN DIRI SENDIRI "Kemuliaan di tengah tengah penderitaan". Merasa kasihan pada diri sendiri dan menikmatinya - merasa menjadi orang paling menderita di dunia. Jangan berusaha mencari perhatian supaya orang fokus pada kita, tapi fokuslah pada Tuhan! Yesus jauh lebih menderita dari kita saat Dia di dunia - dikhianati, diolok-olok, disiksa, bahkan sampai dibunuh.
3) COVETOUSNESS/KESERAKAHAN Kolose 3:5 - "Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenaijsan, hawa nafsu, nafsu jahat, dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala" Orang yang serakah fokus dengan apa yang dia ingini dan maui, dan lupa sama Tuhan, Bukan berarti kita tidak boleh sukses, tidak boleh mengembangkan karir, atau pekerjaan yang baik. Tapi jangan sampai hati kita dirusak dan akhirnya tersedot pada hal yang mau kita kejar. Tidak pernah barang atau hawa nafsu kita akan membuat kita suka cita, hanya Tuhan lah yang bisa mengisi kekosongan pada diri kita itu!
Lawan keserakahan adalah contentment; Ibrani 13:5 - "Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimi dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: " Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau".
Filipi 4:12 - "Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan".
Belajar puas dengan apa yang kita punya, dengan situasi apa pun yang kita sedang alami saat ini. Akhirnya kita akan punya spirit yang negatif dan selalu membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain.
Note: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah
|