Our mission is "To fulfill Jesus' Great Commission whatever the cost, from the Lost to Devoted Follower of Jesus"

Berpaut pada Tuhan di tengah situasi yang sangat sulit PDF Print E-mail
Sermon Notes
Wednesday, 28 September 2011 17:03
A toddler girl crying

Image via Wikipedia

Berpaut pada Tuhan di tengah situasi yang sangat sulit
Seri Hati yang melekat pada Tuhan
Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 25 September 2011

Cepat atau lambat, kita akan dihadapkan pada situasi yang sulit, pada situasi yang terjepit dalam kita membangun karir, rumah tangga, dan sebagainya. Apa yang harus kita lakukan pada saat-saat seperti ini?
Tokoh-tokoh alkitab pun juga mengalami hal-hal yang sama.



2 Korintus 1 - bahwa dihadapkan pada situasi seperti di hukum mati.
Daud pun juga ada di dalam situasi yang sangat sulit, sangat menakuktkan.
Buka 1 Samuel 30:1-6

Dalam pasal 27-29, diceritakan bahwa Daud datang ke tempat yang salah, ke Filistin. Dia takut dan malahan tinggal di sana. Filistin adalah musuh Israel dan Goliath pun dulu berasal dari Filistin. Daud mengalahkan musuhnya, Goliath, dan saat dia lari dikejar-kejar Saul, dia lari ke tempat musuh karena dikira aman. Dia takut, dia berharap pada hal yang salah, dan bukan berharap pada Tuhan.
Saul pun salah di pasal 28-29 karena dia berusaha memanggil arwah melalui dukun. Saat itu Saul dan Jonathan (orang2 Israel) sedang berperang melawan Filistin, dan Daud bingung karena kalau dia ikut berperang sebagai "orang Filistin", nanti dia akan susah karena akan bertemu dengan Jonathan dan Saul. Daud tidak ikut berperang, dan kembali ke Ziglag, tempat dia tinggal. Namun bukannya mendapatkan keluarga nya, malahan menemukan kotanya terbakar dan semua keluarganya ditawan.
Daud ada 600 serdadu saat itu

Bayangkan saat kita kembali ke tempat kita tinggal di Indonesia namun menemukan rumah kita sudah terbakar dan keluarga kita sudah tidak ada? Kita bisa membayangkan betapa susah hati Daud!

Situasi dan keadaan yang sulit akan menunjukkan siapa diri kita sebenarnya! Dari situasi ini bisa terlihat bagaimana persamaan dan perbedaan Daud dengan 600 serdadunya.

PERSAMAAN ANTARA DAUD DENGAN 600 SERDADUNYA
Ayat 4 - "….menangislah Daud dan rakyat yang bersama-sama dengan dia itu dengan nyaring, sampai mereka tidak kuat lagi menangis". Menangis menyatakan kesedihan kita dengan jujur, dan itu tidak apa-apa. "Menangis dengan nyaring" -> terjemahan aslinya adalah mengangkat suaranya dengan nyaring lalu menangis dengan keras.
Ada konsep yang salah kalau orang Kristen tidak boleh menangis! Padahal Ayub dan Yesus pun juga menangis.

Di ayat ini, kita bisa melihat bahwa mereka sama-sama menangis, Daud dengan serdadunya. Kita lihat proses menjadi orang yang menyerah:
- Self pity/merasa kasihan terhadap diri sendiri
Kesedihan yang berlarut-larut bisa menjadi self-pity, merasa menjadi orang yang paling sedih, paling malang di dunia.
- Bitterness/Kepahitan - dikatakan di ayat 6 bahwa jiwa mereka menjadi "bitter". Hati/jiwa yang dipakai di sini dari bahasa Ibrani yang artinya bagian yang paling dalam, nafas (dari bahasa Ibrani "Nefes").
- Blame others/menyalahkan orang lain
Saat orang sudah bitter/pahit, mereka akan menyalahkan orang lain, seperti yang terjadi di sini. Daud (leadernya) yang di salahkan. Betapa susahnya hati Daud, di tengah tengah kesedihannya pun, rekan-rekan sekerjanya 600 orang mau melempari dia dengan batu sampai mati.

PERBEDAAN ANTARA DAUD DENGAN 600 SERDADUNYA
1Samuel 30:6 - "Dan Daud sangat terjepit......TETAPI Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan Allahnya"
Istilah sangat terjepit di sini terjemahannya "greatly distressed" (istilah bahasa aslinya "seperti dikepung, diikat dan tidak bisa bergerak"). Daud, dalam situasi seperti itu, dia menguatkan hatinya dan melihat Tuhan. Kita harus seperti Daud, yang di tengah situasi sulit ini, bisa menguatkan hati dan mencari Tuhannya. Untuk bisa mencari Tuhan tentunya kita harus mengenalNya!

Saat kita ada masalah sulit, kita umumnya susah memikirkan tentang Tuhan. Lihat Daud, di tengah-tengah situasi yang sangat amat sulit, ada kata "TETAPI"! Bahwa Daud sengaja memikirkan tentang Tuhan dan menguatkan kepercayaannya padaNya. Menguatkan hati adalah tanggung jawab kita. Tuhan berkata pada Yosua supaya menguatkan dan meneguhkan hatinya berulang-ulang kali. Tuhan sudah berikan kekuatan dan menyertai kita, tapi tanggung jawab kita untuk menguatkan hati kita! Sebuah pilihan yang harus kita ambil! Saat kita membesarkan hati kita, kita bisa melihat kebesaran Tuhan yang campur tangan dalam hidup kita, seperti Daud.

Cepat atau lambat kita akan ada momen seperti Daud, saat yang sulit dimana kita takut dan kita dihempit begitu beratnya, atau mungkin kita sedang mengalaminya sekarang. IKUT Daud, yang membesarkan hatinya dan mempercayai Tuhan!

Note: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah
Enhanced by Zemanta

blog comments powered by Disqus
 
More Info

Subscribe to Our Site

Keep up to date with our latest sermon notes and articles!

 Subscribe via an RSS reader or delivered to your Email address

Who's Online

We have 12 guests online