|
Sermon Notes
|
|
Tuesday, 16 August 2011 22:39 |
Berkat bagi orang yang hatinya melekat pada Tuhan Seri hati yang melekat pada Tuhan Pdt Victor Liu Ringkasan khotbah 14 Agustus 2011 Baca Mazmur 91:14-16
Tuhan berjanji, yang didasarkan atas karakter dan nama Tuhan. Tidak jelas siapa pengarang Mazmur bagian ini tapi Mazmur ini disebut Mazmur pengharapan, hope, trust.
PEMBAGIAN MAZMUR 91
1) THE BASES OF SECURITY FOUND IN GOD EMPAT NAMA TUHAN DALAM MAZMUR (ayat 1-2) - THE MOST HIGH (EL ELYON) - ayat 1 - THE ALMIGHTY (EL SHADDAY) - ayat 1 - THE LORD (YAHWEH) - ayat 2 Pertama kali dipakai di Kejadian 2:4 ketika Tuhan menciptakan manusia - GOD (ELOHIM) - ayat 2 Dipakai pemazmur untuk menunjukkan bahwa di tengah situasi apa pun juga, harus memandang pada Tuhan. Pertama kali dipakai di Kejadian 1:1
2) THE CARE OF GOD (5-13) 3) THE BLESSINGS (14-16)
APA BERKAT-BERKAT BAGI ORANG YANG HATINYA MELEKAT PADA TUHAN? 1) JALAN KELUAR (ayat 14) Orang yang hatinya melekat pada Tuhan ada jalan keluar ketika menghadapi situasi dan problema.
"Aku akan meluputkannya"/deliver, "memuliakannya"/honor….Aku akan meluputkannya (rescue)…" Tuhan berjanji akan memberikan pembebasan "Because………. therefore………" Tuhan mau mengatakan sebab engkau melekat padaNya, maka……… (cause and effect/sebab-akibat). Kalau kita melakukan A, kita akan menghasilkan B.
Meluputkan, memuliakan menjadi satu. Karena pada umumnya orang yang sedang menghadapi masalah tidak memuliakan Tuhan (kepalanya tertunduk, suram, tidak tersenyum, dll). Mereka dalam kekalahan, self-pity. Tapi ayat ini menjanjikan bahwa Tuhan akan mengangkat dan memuliakan dia. Perhatikan Mazmur 3 saat Daud dikejar2 banyak musuh, dia berkata bahwa Tuhan adalah perisaiku, kemuliaanku, dan akan mengangkat kepalaku. Dia ingin berkata bahwa dari kepalanya yang tertunduk, dia percaya Tuhan mengangkat kepalanya dan akan memuliakan dia.
2) PENYERTAAN TUHAN (ayat 15) "Aku akan menyertai dia dalam kesesakan…." (I will be with him in trouble) Dalam konteks ini, Tuhan menjanjikan penyertaanNya saat orang yang hatinya melekat pada Tuhan. Situasi dan berkat bisa berubah-rubah, tapi Tuhan mau mengajarkan bahwa Tuhan sudah cukup buat kita. Jangan sampai kita fokus sama kemampuan dan berkat, karena tidak akan bisa tetap selama-lamanya (pekerjaan bisa hilang, bisnis bisa jatuh, dan lain sebagainya). Tapi Tuhan tetap sama dan selalu menyertai kita saat kita bergantung kepadaNya.
Yusuf dikatakan selalu disertai Tuhan: di rumah Potifar yang kaya, mewah - tapi juga di penjara (di bagian paling bawah dalam kehidupannya). Daud 13 tahun dikejar-kejar Saul tapi alkitab berkata bahwa Tuhan menyertai Daud. Di tengah-tengah kesesakan kita, Tuhan berjanji akan terus meyertai kita!
3) MEMPUNYAI UMUR PANJANG (ayat 16) "Dengan panjang umur……." Secara keseluruhan, keselamatan berarti jalan keluar yang diberikan Tuhan pada orang yang melekat padaNya, sebagai klimaks dan kesimpulan dari perikop ini. Dari segi teologis, manusia makin jahat, karena itu umurnya diperpendek (dibandingkan dengan jaman dahulu) dan juga alasan-alasan lain karena polusi, makanan, dan lain sebagainya.
Para rasul yang cinta Tuhan pun punya umur pendek. Nabi Elisa cinta Tuhan, tapi dia mati karena sakit (padahal dia bisa menyembuhkan orang lain, bisa membangkitkan orang mati, dll).
Janji yang diberikan di sini adalah panjang umur secara umumnya, yang kita bisa pegang saat mentaati dan berpaut pada Tuhan. Ayat-ayat lain soal panjang umur: Ulangan 30:19, Amsal 3:1-2, Amsal 9:10-11, Efesus 6:1-3 (dikutip dari Keluaran 20:12).
Dalam perikop ini, janji Tuhan bukan untuk plural, tapi singular (bentuk tunggal). Artinya Tuhan sanggup bekerja dan memberkati specifically, untuk pribadi lepas pribadi. Dari satu orang yang taat dan cinta Tuhan, Dia memberkati banyak orang. Abraham, Petrus, Yusuf, Daud, dan orang-orang lain. Betapa dahsyatnya Tuhan yang bisa memakai siapa pun untuk memberkati orang lain. Kalau kita masih berkata kita tidak ada artinya di hadapan Tuhan, angkat hatimu dan kepalamu, melekatlah pada Tuhan! Dia sudah berjanji akan menyertaimu dan melalu engkau, Tuhan bisa memakai untuk kemuliaan namaNya dan memberkati banyak orang!
Seberapa hati kita melekat pada Tuhan saat ini? Apakah kita melihat berkat-berkat yang kita sudah dapatkan ini berasal dari Tuhan? Atau kah karena kepandaian dan kerja keras kita?
Note: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah
|