|
The Living Church - Knowing Pdt Victor Liu Ringkasan khotbah 8 Agustus 2010 Baca Kis 2:41-42
"Bertekun dalam pengajaran rasul-rasul" Setelah bertobat, orang Kristen tidak boleh berhenti tapi harus tetap bergerak, supaya ada pertobatan, pertumbuhan, dan hidup yang terus dikuduskan. Jemaat mula-mula terus menerus belajar dan bertekun dalam firman Tuhan. Dahulu gaya hidup mereka fokus pada berhala dan pada diri sendiri.
Proses dari gereja mula-mula: Grace - Learning - Fellowship - Worship - Serving - Going/Gospel (menjangkau orang-orang lalu kembali lagi ke Grace dan seterusnya)
PROSES LEARNING AT EBC GRACE - GROW (belajar di Life Development Process tentang berdoa, hidup kekristenan, persembahan, ikut kelompok sel, dll) - GIFT (melayani besama-sama) - GOING/SHARE GOSPEL, lalu kembali lagi ke GRACE dan seterusnya. Sebagai orang Kristen kita tidak boleh berhenti, tidak boleh mandek, harus terus belajar dan belajar seumur hidup kita.
Saat anak anak tidak mengikut kata kata orang tuanya, itu berarti anak tidak menghargai dan menghormati orang tuamya. Demikian juga firman Tuhan. Saat kita tidak mengikuti dan mematuhinya, kita tidak mencintai dan menghargai Tuhan. Saat kita tidak punya keinginan untuk belajar firman Tuhan, ada suatu yang salah dalam hidup kita! Seperti halnya dalam hubungan pernikahan, kita harus terus belajar tentang pasangan hidup kita. Saat kita terus mau belajar tentang pasangan hidup kita, itu berarti kita mencintai pasangan kita. Saat kita mau terus belajar tentang Tuhan, itu bukti kita mencintai Dia sungguh sungguh.
3 RAHASIA UNTUK BELAJAR, AS A LEARNING CHURCH 1) PUNYA DESIRE Sperti anak kecil yang merindukan susu, kita pun harusnya seperti itu. Desire untuk belajar firman Tuhan supaya kita bisa mengenal Tuhan kita, mengubah hidup kita. Ada kerinduan supaya Roh Kudus menjamah kita supaya kehidupan kita bisa bertumbuh, kata2 kita dan attitude kita dalam hidup.
2) DETERMINATION Ada tekad yang diambil. Saat kita sibuk, capek, kita tetap punya tekad untuk mau belajar firman.
3) DILLIGENT Terus belajar tanpa henti supaya bisa jadi berkat buat orang lain. Punya motivasi yang murni dalam punya keinginan belajar.
Firman Tuhan banyak keuntungannya: - kita menang atas dosa (Yusuf yang tahu dosa besar saat ingin diajak tidur bersama dengan istri Potifar). - menuntun kehidupan kita (Mazmur 119:105) - membuat berhasil (Mazmur 1:1-2, Yosua 1:8)
BAHAYA BELAJAR FIRMAN TUHAN Yesus mengkritik orang Farisi dan ahli2 Taurat! 1) Banyak tahu, dingin Tidak ada kasih pada Tuhan, tidak ada kasih pada sesama. No more compassion. Seharusnya kita belajar dari rasul Paulus yang terus menggebu-gebu dalam mengasihi dan melayani Tuhan.
2) Banyak tahu, sombong Kita cenderung jadi sombong dan merendahkan orang lain. Orang Farisi sombong dan merendahkan orang lain. Paulus tetap lain sikapnya biarpun tahu banyak (Filipi 2:5). Seharusnya kita makin takjub dan rendah hati menyadari betapa berdosanya kita.
3) Banyak tahu, tapi tidak berubah Matius 23 - Yesus memberikan 1 pasal penuh untuk mengecam orang Farisi, yang munafik.
Seharusnya firman Tuhan mentransformasi hidup kita! Belajar firman Tuhan adalah suatu proses, yang tidak ada habisnya, yang ada jatuh bangun.
A living church adalah gereja yang terus menerus mau belajar firman Tuhan dan membiarkan Tuhan mentransformasi hidup kita. Lihat Lukas 8.
Note: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah
|