Our mission is "To fulfill Jesus' Great Commission whatever the cost, from the Lost to Devoted Follower of Jesus"         

Upah mengikut Yesus PDF Print E-mail
Sermon Notes
Sunday, 11 July 2010 17:59
Pengkhotbah Tamu Petrus Budi Setyawan
Ringkasan khotbah 11 Juli 2010

Baca Lukas 9:57-62

Biasanya saat orang mau membeli barang, selalu yang baik baik yang disuguhkan dan yang jelek jelek disembunyikan. Sehingga yang mau membeli akan semangat untuk memilikinya. Tapi disini terbalik. Ada orang orang yang semangat untuk mengikuti Yesus namun Yesus malah "mempromosikan" kekristenan dengan cara yang terbalik.


Bukankah kadang kita suka mendaftarkan keuntungan dan enaknya menjadi orang Kristen pada orang lain? Bahkan ada sebuah buku yang menawarkan kesehatan, keselamatan, dan berkelimpahan kalau kita mengikut Yesus. Memang di alkitab diceritakan ada orang2 yang disembuhkan Yesus, Sadrakh Mesakh Abednego yang diselamatkan dari api, dan Abraham Ayub dan Salomo mempunyai uang berkelimpahan. Namun teologi yang fokusnya seperti ini tidaklah lengkap dan menyedihkan.
Namun kalau kita lihat, banyak orang orang beriman besar yang sakit, mati disiksa, dan miskin harta. Contoh, rasul Paulus yang tidak dikabulkan doanya untuk dicabut duri dalam dagingnya, dipenjara, disiksa, dan berkekurangan.

Di perikop ini kita belajar ada 3 macam orang yang mau mengikut Yesus.

1) ORANG YANG MINTA MANFAAT IKUT KRISTUS
Apa pertimbangan kita saat memilih ikut Yesus? Periksa hidup kita. Kalau misalnya kita direset dan disuruh melihat-lihat dan memilih agama, mana yang kita pilih? Ada dari kita yang menjadi Kristen karena kenyamanan, janji2 kekristenan, ikut orang tua, dll. Seandainya semua janji, semua fasilitas dan sebagainya diambil dan hanya Kristus yang tertinggal, apakah kita masih mau ikut Kristus?

Kita sering bertanya: Apa untungnya? Apa yang kita dapatkan? Apakah sebanding dengan uang dan waktu yang dikeluarkan? Di saat kita ikut gereja dan ikut Kristus, apakah kita masih mengerti inti dari kekristenan? Apa motivasi kita sesungguhnya ikut Tuhan?

2) ORANG YANG TIDAK MENGHARGAI WAKTU ("NANTI SAJA")
Ayat 59. Disini bukan berarti tidak hormat pada orang tua. Di budaya Yahudi, orang yang umur 30 tahun baru dianggap dewasa. Dan hanya boleh meninggalkan kalau orang tuanya sudah tiada. Jadi disini maksudnya orang ini mau ikut kalau orang tuanya sudah meninggal.
Dia salah dalam:
- Prioritas (setelah orang tua meninggal baru ikut Yesus. Yakinkah dia bahwa orang tuanya akan meninggal dulu? mungkin terlambat buat dia untuk ikut Yesus)
- Sense of urgency
Dia me neglect orang mati lainnya (mati kekekalan) untuk mendengar kabar keselamatan saat dia hidup dan malah mempunyai fokus urgency yang salah! Penting untuk menghormati orang tua tapi dia lupa bahwa orang tua pun ciptaan Allah dan seharusnya dia pun mengasihi semua ciptaan Allah lainnya, yaitu sesama manusia dan mengabarkan injil supaya banyak orang yang selamat, tidak "mati".

Sering kita berkata kita mengasihi dan mencintai Tuhan, tapi apa buktinya? Apakah kita meninggikan Tuhan di atas segalanya? Waktu, pacar, anak, istri, hobby? Apa yang kita angkat dalam hidup kita lebih dari Tuhan dan membuat sense of urgency kita salah?
Pernahkah kita disuruh Tuhan untuk memutuskan dan melakukan suatu hal sekarang? What do u do?

3) ORANG YANG TIDAK BISA MEMUTUSKAN SENDIRI UNTUK IKUT TUHAN
Tidak mungkin sekali lagi Tuhan mengajarkan untuk tidak hormat pada orang tua. Di sini artinya adalah bahwa orang itu most likely mau minta ijin untuk ikut Yesus dan itu mempengaruhi kita. Tidaklah salah untuk pamitan dengan orang tua dan memberi tahu mereka. Tapi seberapa sering kita menghargai pendapat teman atau orang tua kita sebagai keputusan yang final. Banyak dari kita tidak mau ikut Tuhan karena terpengaruh perkataan orang lain. Pernahkah kita ikuti nasihat dan kemauan Tuhan biarpun kita tidak mengerti?

Tidak perlu mendengarkan orang kalau kita tahu apa yang Tuhan mau kita lakukan! Kita beriman saat kita memegang teguh apa yang Tuhan mau kita lakukan! Atas dasar apakah kita membuat keputusan dalam hidup kita? FirmanNya? Atau mendengar pendapat orang lain dan dibuat final?

Kita ikut Tuhan karena apa? Apakah kita salah satu dari ketiga orang ini? Apakah kita benar benar bisa berkata bahwa kita sungguh sungguh mau ikut apa yang Tuhan mau? Bahkan saat semua fasilitas dan "kenikmatan" sebagai orang Kristen itu diambil dan hanya Kristus yang tertinggal?

NOTE: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah

blog comments powered by Disqus
 
More Info

Subscribe to Our Site

Keep up to date with our latest sermon notes and articles!

 Subscribe via an RSS reader or delivered to your Email address

Who's Online

We have 7 guests and 1 member online
  • Lyon