Our mission is "To fulfill Jesus' Great Commission whatever the cost, from the Lost to Devoted Follower of Jesus"

Mempunyai umur panjang dan damai sejahtera PDF Print E-mail
Sermon Notes
Sunday, 20 June 2010 22:43
Mempunyai umur panjang dan damai sejahtera
Ringkasan khotbah 20 Juni 2010
birthday cake

Image by jmtimages[waka waka...] via Flickr

Pengkhotbah tamu, Evangelis Efendy Tahir

Semua orang ingin panjang umur dan bahagia. Bahkan setiap ulang tahun kita biasanya mengucapkan selamat ulang tahun dan semoga panjang umur.
Namun kadang kita sering menyesal karena waktu setahun sudah lewat dan ada kesalahan2 yang kita pernah lakukan di masa lampau.

Baca Amsal 3:1-10.
Salomo memberikan nasihat di perikop ini untuk anaknya.

Bagaimana mempunyai umur panjang dan damai sejahtera
1) Memiliki kasih dan setia

Kalau kita bersuami atau beristri, butuh saling setia satu sama lain. Namun kasih setia yang benar adalah kasih setia kepada Tuhan, bagian yang tidak boleh terpisahkan dari hidup kita dan harus kita jaga.
Saat kita punya kasih setia pada Kristus, orang bisa melihat kasih itu pada saudara. Tuhan begitu setia buat kita sampai di kayu salib, bagaimana dengan kesetiaan kita kepadaNya?

Punyailah identitas yang berharga
"dipahat di dalam hatimu". Kasih Tuhan tidak akan pernah berkesudahan atas hidup kita. Kita punya identitas yang berharga di mata Tuhan dan manusia, menjadi saluran berkat. Ibu Teresa dihargai orang karena ia punya kasih yang begitu besar.

2) Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu
Ayat 5 -mempercayakan hidup kita kepada Tuhan. Tidaklah gampang untuk melangkah di dalam iman.
Setiap cinta butuh bukti, demikian cinta kita kepada Tuhan, dibutuhkan bukti kita dalam hidup kita. Kalau kita cinta pada Tuhan, apakah hidup kita benar benar diserahkan pada Tuhan? Hati kita, hidup kita, dan pelayanan kita. Ada perbuatan kita yang berubah, dan sebagainya. Kalau kita lakukan ini, maka jalan kita akan diluruskan oleh Tuhan.

Jangan mengandalkan diri sendiri (ayat 7)
Sering kita merasa sombong dan merasa benar dan pintar. Apalagi kalau kita diberi kemampuan yang lebih. Belajarlah untuk lebih menyerahkan kepada Tuhan dan bukan bersandar pada kekuatan atau pengertian kita sendiri.
Markus 9:24 - Sering kita sebagai anak Tuhan tapi tidak benar benar percaya. Kita sering mengerti dulu baru percaya. Percayalah pada Tuhan bahkan saat kita belum mengerti benar tentang rencanaNya

3) Memuliakan Tuhan dengan hartamu
Apa yang ada pada kita, apakah kita sudah pakai untuk kemuliaan Tuhan? Tongkat Musa dipakai Tuhan, Tuhan Yesus memakai 5 roti dan 2 ikan.
Kalau hidup kita memakai potensi dan kemampuan kita untuk memuliakan Tuhan, pasti hasilnya akan jadi lebih indah dipakai Tuhan! Prioritaskan potensi dan kemampuan kita untuk Tuhan.
Saat memberikan untuk Tuhan, kita percaya Tuhan akan memberikan kita hidup berkecukupan. Kadang kita hidup diberi berkelimpahan tapi alangkah egoisnya, kita habiskan untuk diri sendiri!

Lakukanlah hal hal ini dan damai sejahtera Tuhan pasti akan bersama dengan kita sampai selamanya!

NOTE: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah
Enhanced by Zemanta

blog comments powered by Disqus
 
More Info

Subscribe to Our Site

Keep up to date with our latest sermon notes and articles!

 Subscribe via an RSS reader or delivered to your Email address

Who's Online

We have 15 guests online