|
Sermon Notes
|
|
Sunday, 23 May 2010 15:51 |
Image by Khaz via Flickr
Waktu itu berharga Pdt tamu Barnabas Ong Ringkasan khotbah 23 Mei 2010 Matius 20:1-16 --- Waktu adalah sebuah kesempatan/opportunity dan opportunity tidak datang 2 kali. Waktu adalah quality (bukan panjang dan pendeknya, tapi berkualitas; contoh: Yesus hanya 30-an tahun tapi hidup bermakna dan berkualitas). Waktu di alkitab ada kronos (waktu yang tersusun dan teratur - kronologis) dan kairos (waktu yg melampaui segala akal, waktunya Tuhan). Kita harus berpikir dan menghargai waktu dengan melihat kairos. Di perikop ini tidak masuk akal kalau digaji sama secara kronos.
Kita sering mengeluh sudah berapa lama kita melayani Tuhan namun merasa iri dengan orang yang baru ikut Tuhan. Padahal pelayan yang lama dan baru dipandang sama di rumah Tuhan. Kita sering melayani dan merasa lebih senior daripada orang2 yang baru melayani. Kenapa? Karena mental kita adalah mental upah. Kita bekerja dengan mengharapkan sesuatu!
Kalau kita bisa melayani Tuhan, kita diberi kehormatan oleh Tuhan, a privilege, sebuah anugerah. Tidak seharusnya kita punya mental hamba kepada Tuhan, yang hanya meminta upah. Lukas 15:29-31 - Cerita anak yang hilang. Si anak sulung menagih upah. "Sudah berapa lama aku melayani Engkau....". Si anak sulung ini pun sebenarnya melihat dirinya seorang budak (yg ingin upah), bukan seorang anak.
Sering pelayanan di gereja banyak keributan dan gesekkan. Kenapa? Karena kepentingan kita! Iri, dan sebagainya. Bukankah seharusnya kita sebagai anak Tuhan tidak punya lagi kepentingan pribadi?
Layani Tuhan bukan karena mengharapkan sesuatu, tapi karena ucapan syukur! Kita bukanlah orang upahan!
Note: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah
|