|
Konsep penginjilan dari Daniel 1 Pdt tamu Ivan Sitompul Ringkasan khotbah 21 Maret 2010 Baca Daniel 1:1-20 Penginjilan (Eungalion) yg artinya adalah kabar baik. 1) PENGINJILAN ADALAH TUGAS KITA SEMUA 1Petrus 2:9 - 10. Ganti kata2 "kamu" dengan "aku". Kita sering mengkotak2kan penginjil, gembala, dan hamba Tuhan untuk menginji. Malahan kalau diliat dari ayat2 ini, semua dari kita harus menginjil. Memang ada orang2 yang diberi talenta khusus, tapi kita semua bisa menginjil lewat kata2 dan hidup kita. Yakobus 1:22. Firman Tuhan harus didengar dan dilakukan! Kalau tidak, kita adalah penipu!
2Korintus 3:2-3. Setiap dari kita adalah surat2 Kristus. Kalau kita suka marah2, berkata kotor, dll, kita memalukan Tuhan! Ibrani 8:7-13. Dalam perjanjian baru, hukum yg tertulis itu sudah ditulis di hati kita, bukan lagi di kertas2. Bukan karena kita takut dihukum, tapi karena kita tidak mau. Kalau Roh Allah ada di hidup kita, maka apa yg kita lakukan adalah karena itu firman Tuhan. Bukan lagi karena takut dihukum atau terpaksa. 2) PENGINJILAN ADALAH SUATU GAYA HIDUP Kalau kita terus bersahabat dengan seseorang, maka kita sering tertular dan ada transformasi. Jadi mirip dengan satu sama lain. Demikianlah kalau kita bergaul dengan Allah. Seberapa intim kita bergaul dengan Allah, itulah gaya penginjilan kita. Ayat Daniel 1:6-8. Perhatikan ayat 8. "berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya". Tempat Daniel berubah, bahasanya harus berubah, teman2nya berubah, namun dia berketetapan hati untuk tidak berubah. "Semua boleh berubah disekitarku namun aku tidak akan pernah berubah!". Saat kita berketetapan untuk setia dan tidak mau berubah karena meyakini firman Tuhan, kita dipakai Tuhan dan bisa mengubah orang, bahkan menyelamatkan orang2 (Daniel 2:17-18). Ayat 13 - lihat jawaban Daniel. Daniel membuktikkan bahwa pendapat pegawai raja itu salah dan mereka mengubah pendapat melalui ketetapan hati mereka. Orang yang punya ketetapan hati juga bisa mengubah orang yang hatinya keras (raja Nebukadnezar). Seringkali kita mudah berubah setiap hari karena pergaulan dan juga dunia ini. Saat kita tidak berketetapan hati, kita mudah terpengaruh dan semakin pudar terang Tuhan dalam diri kita.
NOTE: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah
|