Our mission is "To fulfill Jesus' Great Commission whatever the cost, from the Lost to Devoted Follower of Jesus"

Kitab Esther 4 PDF Print E-mail
Sermon Notes
Sunday, 17 January 2010 17:10
Mount Rushmore, the line of US presidents [a c...

Image by freestone via Flickr

Esther 4
Pengkhotbah tamu, Pdt. Budi Setiawan dari GRII (Gereja Reformed Injili Indonesia)
Ringkasan khotbah 17 Januari 2010

Later belakang Esther: Seorang ratu, latar belakang Yahudi (Israel). Saat itu dikuasai kerajaan Persia, raja Ahasyweros dan sebagian dari orang Israel masih ada dalam pembuangan. Mordekhai adalah orang tua angkat dari Ester. Seorang panglima yang sangat benci pada orang Israel mau membinasakan semua orang Israel. Dia sudah dapat ijin dari raja untuk menyetujui rencana itu.

Di kitab Esther tidak ada satu kata pun yg menyebut nama Allah. Tapi kalau kita lihat seluruh kitab Esther, secara eksplisit kita bisa melihat tangan Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka.


Mordekhai tau hanya ada 1 jalan. Di ayat 11 Esther menjawab, suatu tantangan yang besar dan mengerikan. Mordekai mengingatkan Esther yang mungkin sudah nyaman di istana dan takut karena memikirkan dirinya.

Kita sering ikut arus dan terlalu menikmati dunia ini. Sering kita tidak sadar dan umur kita sebenernya semakin berkurang. Kita sering tidak menghargai waktu dan hidup kita.

"pertolongan dari pihak lain" - maksud Mordekai adalah pertolongan Allah sendiri yang menjaga umatNya, kalau Esther tidak mau mengikuti kehendak Tuhan.

Tuhan adalah Tuhan yang berdaulat! Saat kita diajak melayani, kalau kita tidak mau, pekerjaan dan rencana Tuhan tetap tidak akan gagal! Namun kitalah yang rugi karena kita tidak diikutsertakan dalam rencana Tuhan.

Ayat 14b, Mordekai melanjutkan dengan mengingatkan Esther waktu yang sudah dipersiapkan untuk Esther. Waktu di ayat ini adalah dari bahasa asli kairos (sebuah momen, bukan chronos atau kronologi). Waktu dimana kita berespon pada kehendak Tuhan. Hendaknya kita pikirkan apa yang Tuhan mau kita kerjakan. Jangan jalankan kerutinan yang tidak ada artinya. Mengerti apa yang Tuhan mau kita lakukan. Esther mau berjuang dan mengerti bahwa Tuhan memanggilnya di dalam rencanaNya, bahkan walaupun ia harus mati.

Biarlah kita sadar dan terus mau taat rencanaNya, untuk memuliakan dan menyenangkanNya! Berjuang seperti Esther!

Note: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah

Reblog this post [with Zemanta]

blog comments powered by Disqus
 
More Info

Subscribe to Our Site

Keep up to date with our latest sermon notes and articles!

 Subscribe via an RSS reader or delivered to your Email address

Who's Online

We have 10 guests online