|
Sermon Notes
|
|
Monday, 21 December 2009 20:50 |
|
Roh yang menyala-nyala Pdt tamu Ir. Suwito M.A Ringkasan khotbah Minggu 20 Desember 2009 ----
Tidak perduli betapa modal yang kau punya, kalau tidak ada roh yang menyala-nyala, tidak ada gunanya. Thomas Alfa Edison dikeluarkan dari sekolah karena terlalu bodoh. Dia akhirnya home schooling. Tahun 1879, ia menemukan lampu pijar yg jauh lebih baik dari sebelumnya. Dia bilang 1% dari bakat dan 99% dari usaha yang diberikan!
Baca Roma 12:11. Roh, semangat, dan keinginan yang menyala-nyala untuk merindukan dan melayani Tuhan, itulah yang diinginkan Tuhan dari kita!
Banyak orang2 yang tidak menyala-nyala, mengapa? Tuhan tidak suka orang yang suam2 kuku atau tak punya roh yang menyala-nyala! Wahyu 3:15. Karena mereka menganggap mereka sudah kaya dan cukup (cukup suci, cukup baik)! Karena itu roh mereka menjadi dingin! Tuhan mau kita punya roh yang menyala-nyala untuk terus bertumbuh dalam kehidupan kerohanian kita!
Roh yang menyala-nyala:
- Menentukan kemajuan rohani kita
- Menentukan apakah karunia Tuhan dapat memberkai orang2 sekitar melaluli kita
- Menentukan apakah kita mengucap syukur atau bersungut-sungut (contoh bangsa Israel di padang gurun)
- Menentukan apakah kita menang atau kalah (Daud melawan Goliath)
Bagaimana mempunyai roh yang menyala-nyala Baca Kis 2:1-4. 1) Dipenuhi Roh Kudus. Murid2 Yesus mengikuti dan melihat Yesus melakukan mukjijat2, namun mereka takut saat Yesus ditangkap. Petrus ketakutan dan menyangkal Yesus selama 3 kali. Roh yg menyala-nyala diberikan oleh Roh Kudus. Petrus di perikop ini berani untuk berdiri dan melawan orang2 disana yang menyangka mereka sedang mabuk.
2) Menjaga hubungan dengan Tuhan Kita harus menjaga supaya roh kita tidak padam. Kita menjaga saat teduh kita setiap hari. Kita berdoa setiap hari. Saat kita lupa dan tidak perduli, maka roh kita PASTI padam! Pagi hari setelah bangun hendaknya diisi dengan firman dan pikiran2 yang menyenangkan Tuhan.
3) Menjaga pergaulan kita Baca 1Kor 15:33.
4) Menjaga perkataan kita Kalau apa yang kita katakan adalah negatif terus, maka rohnya akan padam. Lidah ini seperti kemudi kapal, kata alkitab.
5) Menjaga kekudusan
NOTE: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah
|