Our mission is "To fulfill Jesus' Great Commission whatever the cost, from the Lost to Devoted Follower of Jesus"         

Yahweh Syalom PDF Print E-mail
Sermon Notes
Wednesday, 04 November 2009 15:00
Two people on the shore of the Pacific Ocean

Image via Wikipedia

Yahweh Syalom
by Pdt Victor Liu
Ringkasan khotbah 25 Oktober 2009

Yahweh Syalom (Teos Erene) - artinya Tuhan damai sejahtera. Istilah damai dalam kehidupan sehari - hari adalah suasana tenang, harmonis, tidak ada percekcokan atau peperangan.
Dalam bahasa aslinya, "Erene" (damai sejahtera) - dari kata yang berarti "Menyambung" (join)




2 IMPLIKASI YAHWEH SYALOM

(1) TUHAN MEMPUNYAI SIKAP DAMAI KEPADA KITA
Tuhan tidak mau bermusuhan dengan kita.
Di Hakim - hakim 6:22 - 24, Tuhan menyatakan diriNya pada Gideon melalui malaikat Tuhan. Saat Gideon ketakutan, Tuhan menyatakan perdamaian kepadanya; a friend, tidak bermusuhan.
Sejak manusia jatuh dalam dosa, Tuhan tidak menghancurkan manusia. Dia mencari dan mendatangi mereka. Tuhan menjanjikan dan memberikan jalan keluar - perdamaian.
Baca II Korintus 5:19. Allah memberikan perdamaian kepada manusia ! Kita yang jatuh dalam dosa, menjauhi Tuhan, dan seharusnya dihukum malah didamaikan oleh Tuhan melalui Yesus Kristus. Yesaya berkata the "Prince of Peace" akan datang untuk menyelamatkan manusia.
Yesuslah pendamai itu. Dia mati di kayu salib untuk menebus dosa saudara dan saya ! Berita ini sudah beribu2 tahun dibicarakan tapi selalu fresh buat kita manusia berdosa !
Tuhan ampuni dan lupakan pelanggaran kita di masa lalu saat kita bertekuk lutut dengan hati hancur kepada Yesus. Berita ini adalah berita central dalam kekristenan, dalam gereja. Ketika berita ini tidak didengungkan lagi dalam gereja, maka tidak ada gunanya lagi gereja itu berdiri !

Karena itu kita seharusnya:
a) Menyatakan kabar gembira
Sebagai anak2 dari kerajaan Allah, kita harus memberitakan kabar gembira ini kepada orang lain, bahwa Yesus Kristus mati di kayu salib untuk dosa kita, untuk menyatakan perdamaian dengan manusia.
b) Menyatakan keharmonisan (Promoting harmony)
Kalau kita tinggal di suatu rumah tangga yang cekcok terus menerus, umumnya problemnya ada di diri kita sendiri. Tuhan ingin kita menjaga suasana keharmonisan dan kedamaian; tidak ada permusuhan.
Matius 5:9 - Blessed are the peacemakers ! (Pembuat damai; yang menciptakan perdamaian) for they will be called sons of God. Karena anak2 iblislah yang suka menghancurkan ! Yang suka memecah belah, menciptakan percekcokan !
Perhatikan baik2 di sini: Tuhan suka perdamaian bukan permusuhan ! Kita sebagai anak2 Tuhan hendaknya jadi peacemakers ! Susah untuk menjadi pendamai karena gampang buat kita utk omong di belakang, gosip, dan merendahkan orang !

Setiap kali kita mau membuat pernyataan tentang seseorang, sebaiknya kita memikirkan: apakah ini benar? untuk apa? apa motivasi saya? apa gunanya?
Sering kita melakukan hal ini untuk menjatuhkan dan meremehkan orang lain ! Siapa engkau di rumah (yang kau lakukan dan kau bicarakan), itu lah dirimu !

Baca juga Kolose 3:15, Efesus 4:3.

(2) TUHAN SUMBER KETENANGAN
Baca 2Tesalonika 3:19 - "The Lord of Peace".
"Grant you peace in every circumstances" - memberikan damai sejahtera di dalam keadaan apa pun. Dalam bahasa Yunani, dalam bentuk aoris (sudah terjadi tapi punya dampak sampai sekarang).
Damai sejahtera Tuhan sudah ada dalam diri kita dan hendaknya prinsip ini menolong kita dalam kondisi apa pun juga ! Hidup kita bisa berubah - ubah, tapi dalam keadaan apa pun, ingatlah selalu bahwa Tuhan selalu ada bersama dengan kita and memberikan kita kedamaian.
Ingat janji2 dan karakter Tuhan.

Filipi 4:6-9 - bentuknya Future tense; konteks damai sejahtera.
"akan memelihara"..... "akan menyertai kamu"....
Ayat2 ini diberikan untuk mereka yang kuatir (ayat 6): Damai sejahtera Tuhan akan menjaga kita !(seperti orang yang berjaga - jaga - seperti penjaga di pantai, dll)
"Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu"
Kalau di Tesalonika seolah2 sudah kita dapat, yang ini seolah2 kita belum mendapatkannya (future). Prinsip Filipi ingin menunjukkan bahwa saat kita menjaga pikiran dan hati kita, maka damai sejahtera itu akan datang kepada kita.
Kita melakukan apa yang kita bisa lakukan. Banyak orang Kristen ingin damai sejahtera, tapi mereka tidak sadar bahwa mereka lah yang harus "bergerak" untuk mendapatkan damai sejahtera itu. Damai sejahtera itu sudah ada, namun pikiran dan hati kita harus taat supaya melihat damai sejahtera itu!

Hasil riset dari Duke University di Amerika Serikat untuk mendapatkan damai sejahtera: Jangan menyimpan dendam, jangan hidup dalam masa lampau, terima apa yang kau punya dan alami saat ini, jangan self-pity, jangan punya expectation yg terlalu tinggi yang melampaui kemampuan kita, pakailah prinsip2 lama (love, forgiveness, loyalty, compassion), dan temukan something yang bigger than yourself to believe in.
Something bigger to believe in? Kita orang kristen punya Tuhan Yesus Kristus! Yang jauh lebih besar dari kita.

Namun, selama kita tidak taat, kita tidak akan dapat damai sejahtera!! Mengapa? Karena roh yang ada di diri kita adalah roh yang suci. Saat kita tidak hidup dalam ketaatan, kita tidak akan tenang!

NOTE: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah


blog comments powered by Disqus
 
More Info

Subscribe to Our Site

Keep up to date with our latest sermon notes and articles!

 Subscribe via an RSS reader or delivered to your Email address

Who's Online

We have 4 guests online