Dare to take a risk as a follower of Jesus Christ/Berani mengambil resiko sebagai pengikut Yesus Kristus Dari Markus 14:50 & Daniel 3 Pdt. Victor Liu
Life=Risk Hidup penuh dengan keputusan (choice) yang harus di ambil dan hidup tidak pernah dipisahkan dengan keputusan. Keputusan selalu membawa resiko (risk). Orang-orang yang sukses dan para pemimpin yang efektif berani ambil keputusan meskipun keputusan itu penuh resiko. Mereka berani mencoba (untuk mencoba harus ambil keputusan) dan tidak takut gagal. Mereka sudah terbiasa mengambil keputusan dengan penuh perhitungan (think over), dengan penuh pengamatan fakta yang ada (observation), dengan benar dan ….dengan cepat. Sebaliknya, orang-orang yang tidak sukses, selalu lambat ambil keputusan (too long, pikir-pikir dahulu…akhirnya selalu kehilangan kesempatan). Pola pikir mereka adalah jangan terlalu cepat nanti rugi, dan jangan terlalu lama nanti ketinggalan. Problemnya adalah mereka tidak terbiasa ambil keputusan yang penuh resiko. Salah satu alasan untuk lama mengambil keputusan adalah takut ambil resiko! Pikirannya dipenuhi oleh pikiran seperti ini: bagaimana kalau salah ambil keputusan? Sesungguhnya dasar dari pola pikir ini adalah fear to take a risk.
LEARN FROM THE DISCIPLES’ MISTAKE!
Markus 14:50 “Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri.” Ini merupakan sesuatu yang tragis. Para murid sudah tiga setengah tahun bersama Tuhan Yesus. Mereka pernah makan, berjalan, tidur, melakukan pelayanan bersama Yesus Kristus dan bahkan melihat mujijat yang dilakukan oleh Yesus. Mereka hanya mengikut Yesus yang diikuti oleh orang banyak dan Yesus yang membuat mujijat. Mereka lupa kata-kata Yesus Kristus berkata bahwa Ia akan menderita , mati..... dan bangkit kembali. Para murid juga belum menghadapi situasi dimana Yesus ditangkap oleh tentara dan Ia tidak melakukan mujijat, Ia tidak melakukan perlawanan. Mereka belum diuji iman mereka. Dalam bagian ini para murid TIDAK BERANI AMBIL RESIKO dalam mengikut Tuhan Yesus! Puji Tuhan, mereka akhirnya berubah kecuali Yudas Iskariot. Di akhir kitab Injil-Injil, mereka mendapat bahwa Yesus bangkit dari antara orang mati. Mereka menyadari kesalahan dan kegagalan mereka. Mereka sekarang tahu bahwa Yesus Kristus hidup dan bangkit dari antara orang mati. Mereka menyadari dan meyakini bahwa kematian Yesus untuk menebus dosa bagi seluruh manusia. Mereka bertanggungjawab untuk mengabarkan kabar gembira ini meskipun ada harga yang harus dibayar! Dalam Kisah Para Rasul, mereka dianiaya, ada yang dimasukkan penjara ada yang kepalanya di penggal, mereka tetap ikut Yesus Kristus. Mereka ada komitmen baru dan mereka berani ambil resiko! Ironisnya dalam kehidupan kita, banyak pengikut Yesus Kristus tidak mengikuti teladan para murid yang berubah dari kegagalan dan kesalahan mereka. Banyak orang Kristen melakukan apa yang yang terjadi dalam Markus 14:50 “...meninggalkan DIA..” Dulu setia ikut sekolah minggu, setia ikut persekutuan remaja dan pemuda, sekarang sudah meninggalkan Yesus. Dulu belum menikah semangat ikut Yesus dan melayaniNya, sekarang sudah menikah tidak ada semangat lagi karena kesibukan urus keluarga dan kemudian terhilang . Dulu belum menikah gairah dan ikut Tuhan Yesus sangat besar, sudah menikah ikut pasangannya yang tidak ada komitmen pada Tuhan Yesus. Dulu belum dapat kerjaan semangat ikut Yesus, sekarang sudah dapat kerjaan.. sibuk sekali bekerja sehingga tidak ada semangat lagi untuk ikut Dia. Dulu ikut Yesus karena tidak ada masalah, sekarang ketika bencana dihadapi mulai meninggalkan Yesus. Dulu belum punya pacar semangat ikut Yesus, sekarang sudah punya pacar terhilang karena ikut pacar yang tidak cinta Tuhan. Pada umumnya orang Kristen meninggalkan Yesus karena persoalan kehidupan sehar-hari (lain kalau anda hidup di Negara yang melarang keras atau menganiaya kekristenan), sebaliknya para murid meninggalkan Yesus Kristus dalam Markus 10:50 karena tidak berani ambil resiko alias takut penganiayaan. Pada umumnya saudara dan saya belum dianiaya atau menderita karena iman kita!
LEARN FROM SADRAK, MESHAK & ABEDNEGO (SMA) Daniel 3 Belajar dari kehidupan Sadrakh, Mesakh dan Abednego (SMA) di Daniel 3. Mereka berani ambil resiko dengan benar dan cepat! Mereka tidak mau menyembah patung emas yang dibuat oleh raja Nebukadnezar (3:1,12). Ada orang yang kasih tahu pada raja bahwa SMA, orang Yahudi yang diangkat oleh raja untuk duduk di pemerintahan daerah Babel (3:12), tidak mau menyembah patung. Raja marah besar. SMA dipanggil menghadap raja. Tiga hal yang dilakukan oleh SMA: • Tidak menghargai/tidak taat pada perintah raja, atasan dan yang memberikan mereka suatu kedudukan. • Tidak mau melayani ilah atau allahnya raja Nebukadnezar & rakyat Babel. • Tidak mau menyembah patung emas. Raja berkata kepada SMA bahwa mereka akan mati dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala kalau tidak mau menyembah patung yang ia buat (3:15). Berbicara soal penyembahan berhala, Bob Deffinbaugh memberikan pengamatan yang menarik. There is a strong note of irony here. The Jewish captives of Babylon are in bondage because of their idolatry (Yesaya 2; 30:19-22; Yermia 8:19; Yehezkiel 5:1-12; 14:1-5; 16:15-23; 20:39=40; 22:1-4,23). Israel was commanded not to make or worship idols, on penalty of death. Until their Babylonian captivity, they persisted in their idolatry. Idolatry was one of the reasons for their being in Babylon. Now, with the making of this golden image and the dedication ceremony, Daniel’s three friends find themselves commanded to worship this idol, or die. God said, “Worship idols and die,” while Nebuchadnezzar said, “Worship my idol or die.” Shadrach, Meshach, and Abed-nego were determined to flee from idolatry, even if it meant death; Nebuchadnezzar commanded them to practice idolatry, or they would surely die.. Dalam situasai yang sulit dan terjepit ini, SMA mempunyai beberapa options: - Berbohong/Lying.
Mereka dapat berkata pada raja bahwa apa yang dikatakan oleh orang yang memberi laporan itu salah. Lalu mereka membuktikannya dengan mengikuti opsi 2. Jalan “bohong” adalah jalan yang sering dilakukan oleh banyak orang, termasuk anak Tuhan. Hidup dalam kebohongan berarti hidup dalam dua dunia. Orang bohong biasanya takut memberikan kenyataan yang sesungguhnya. - Assimilation.
Menyerah dan ikuti apa yang raja mau. Berassimilasi, berbaur dengan gaya dan prinsip hidup di sekitar kita. Seringkali kita mengambil opsi yang kedua ini: Tidak ada resiko, ..masih menikmati hidup, masih mempunyai kedudukan & pekerjaan. - Ambil resiko.
Take a risk. Berjalan dalam terang Firman Tuhan dengan iman dan memuliakan Tuhan. Opsi 1 & 2 adalah easy way. Opsi 3 adalah hard way..!
Untuk opsi yang ke 3 ini ada beberapa penghalangnya (4C): • Circumstances: situasi yang sulit seringkali membuat kita menyerah terhadap keadaan.fokus pada problem membuat kita egois dan self centered..hanya focus pada my pain, my tears, my hurt, my stress, my sickness.
• Comfort Zone: ingin hidup di suasana yang enak bagi dirinya & bebas dari resiko yang merugikan dirinya. Di bawah ini kutipan yang saya ambil dari Rick Warren, menolong kita agar tidak terjebak dalam suasana comfort zone. “Life is a series of problems: Either you are in one now, you're just coming out of one, or you're getting ready to go into another one. The reason for this is that God is more interested in your character than your comfort; God is more interested in making your life holy than He is in making your life happy. We can be reasonably happy here on earth, but that's not the goal of life. The goal is to grow in character, in Christ likeness.”
• Crowd: ikut apa yang dikatakan orang. Jadi PP, please people , bukan please God. Orang pp mudah jadi bunglon. Ia meniru tindakan, pola hidup orang di sekitarnya yang bertentangan dengan prinsip Firman Tuhan.
• Cowardice: penakut. Orang penakut tidak bisa menjalankan kehendak Tuhan dan tidak bisa dipakai oleh Tuhan secara efektif. Perhatikan jawabab SMA pada raja Nebukadnezar. Mari kita baca Daniel 3:16-17 "Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu , ya raja; Tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahuinya, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu".
Bagaimana SMA bisa berani ambil resiko dan tidak mau ikut arus yang ada? Prinsip di bawah ini dapat menjadi gaya hidup kita. - KOMITMENT
Mempunyai komitment yang tinggi dan tekad yang bulat untuk ikut Tuhan. Mereka sepenuh hati ikut Tuhannya, bukan setengah hati dan asal-asalan. Selalu ada harga yang kita bayar dalam mengikut Tuhan. Tidak membayar harga berarti kita tidak mempunyai komitmen. Komitmen selalu ada harga yang harus kita berikan. Masalah dan ujian dalam kehidupan kita merupakan test atas komitmen kita.
When the Spanish explorer Hernando Cortez landed at Vera Cruz, Mexico in 1519 he was intent on conquest. To assure the devotion of his men, Cortez set fire to his fleet of eleven ships! With no means of retreat Cortez’s army had only one direction to move, into the Mexican interior. Cortez understood the price of commitment—and he paid it. (Today in the Word, October, 1990, p. 24) - FEAR OF THE LORD
Takut pada RAJA yang tak kelihatan daripada raja yang kelihatan. SMA tahu bahwa raja yang kelihatan dikontrol, dikuasai, diangkat oleh RAJA yang tak kelihatan. Amsal 21:1 berkata, “Hati raja seperti batang air di dalam tangan Tuhan, dialirkan-Nya kemana Ia ingini.” Raja yang tidak kelihatan lebih berkuasa, lebih berdaulat dari raja yang kelihatan. Bahkan Ia sumber kuasa dari raja yang kelihatan! Setiap kali kita takut pada RAJA yang tidak kelihatan, kita akan “safe” dalam kehidupan kita.. Proverbs 29:25 says, “Fear of man is a dangerous trap, but to trust in God means safety.” (TLB). The fear of people becomes a snare, but whoever trusts in the Lord will be set on high (NET).
Istilah a snare atau trap, tertangkap atau perangkap berarti tidak ada kebebasan, there is no freedom of movement or sense of security. Ketika kita takuta pada orang, maka rasa takut itu atau kadangkal berupa “rasa tak enak” akan menguasai kita sehingga kita tak bebas serta membiarkan prinsip Firman Tuhan itu “diinjak” orang atau dikuasai orang.
Penjelasan dari catatan kaki NET (New English Translation) menjelaskan bahwa The image of being set on high comes from the military experience of finding a defensible position, a place of safety and security, such as a high wall or a mountain. Trusting in the Lord sets people free and gives them a sense of safety and security. Kita tidak boleh takut pada manusia, tetapi kita harus menghargai orang. Orang yang takut Tuhan akan menghargai sesamanya. Dia mengerti perintah Tuhan untuk sesamanya. Sebaliknya orang yang tidak takut Tuhan cenderung tidak menghargai sesamanya atau masa bodoh terhadapan peraturan Tuhan (di Firman Tuhan) tentang sikap kita pada sesama, orang tua, pasangan kita atau atasan kita.
Hanya kepada Tuhan kita harus takut. Takut pada Tuhan merupakan awal permulaan hikmat (Amsal 1:7). - RIGHT KNOWLEDGE ABOUT GOD
Mempunyai konsep yang benar tentang Tuhan. Tuhan adalah maha kuasa dan hidup. Ia dapat melakukan apa saja yang tidak bertentangan dengan hakekatNya. Ia sanggup untuk melepaskan pergumulan anda, menolong masalah dan menjawab doa anda. Tetapi, kalau jawabannya lain dari apa yang kita harapkan…tetap Tuhan itu baik adanya dan berkuasa. Seringkali orang Kristen mundur karena jawaban Tuhan tidak seperti apa yang diinginkan. SMA mempunyai konsep yang benar tentan Tuhan. Ia mampu membebaskan, tetapi kalau Ia tidak membebaskan, SMA tetap ikut Tuhan. SMA tidak mau menyembah ilah lain, meskipun mereka harus MATI. Mereka membiarkan Tuhan bekerja dengan bebas dalam kehidupan mereka.
Dua konsep Tuhan yang benar dimiliki oleh SMA yaitu: TUHAN MAHA KUASA & TUHAN MAHA BAIK. Kuasa Tuhan dan kebaikan Tuhan tidak dapat diukur oleh kondisi, berkat, kesehatan atau keadaan kita. Yang salah adalah ketika kita membangun konsep Tuhan atas dasar penafsiran kita terhadap situasi. SMA mulai dengan konsep Tuhan yang benar yaitu bahwa IA MAHA KUASA dan MAHA BAIK; apapun hasilnya dari situasi nanti, keinginan, harapan, atau doa yang tidak di harapkan, IA tetap MAHA KUASA dan MAHA BAIK . SMA tetap mengikut TUHAN. Mereka mempunyai konsep yang yang benar tentang Tuhan lalu mereka menafsirkan keadaan mereka. Sedangkan konsep Tuhan yang salah adalah menafsirkan keadaan lalu menghasilkan konsep tentang Tuhan. - DARE TO DIE
Berani mati. SMA tidak takut mati. Keyakinan yang kokoh mendorong mereka tidak takut mati. Orang yang tidak takut mati kuat dalam menghadapai kehidupan dan mereka tidak takut hidup. Martin Luther King Jr berkata bahwa orang yang tidak mempunyai keyakinan dimana orang itu tidak berani mati terhadap keyakinan, ia tak layak hidup. SMA tidak takut pada masalah yang mengancam hidup mereka. Mereka sengaja memilih untuk menyembah Tuhan, jadi mereka sengaja memilih mati daripada meninggalkan Allah mereka. Mereka tidak takut kehilangan harta, kedudukan dan kenikmatan hidup. Menarik untuk diperhatikan salah satu karakter dari orang yang masuk ke lautan api adalah orang yang penakut, the cowardly (Wahyu 21:8).
Cerita SMA sangat menarik karena akhir ceritanya mereka selamat. Mereka dilemparkan perapian yang panas sekali (begitu panasnya sehingga yang melemparkan mereka sampai mati, Daniel 3:21-22) tetapi SMA tidak terbakar, mereka berjalan-jalan di tengah bara api yang panas. BahkanTuhan ikut berpartisipasi dengan mengirim utusanNya menemani SMA. Mereka bukan 3 orang tetapi ada 4 orang diperapian. Hal ini membuktikan bahwa RAJA yang tak kelihatan mengontol situasi yang ada dan menguasai raja yang tak kelihatan.
Reward bagi orang yang berani ambil resiko, yang tetap ikut Tuhan dan yang tidak ikut arus dunia
Daniel 3 menyatakan bahwa Tuhan memberikan reward atau upah bagi orang yang tidak mengikuti arus di sekitarnya, yang bertentangan dengan kehendakNya. Ini merupakan suatu penghiburan dan kekuatan bagi kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita. Tuhan tahu kita masih hidup di dunia, tetapi tidak harus ikut prinsip dunia.Kita bisa tidak ikut prinsip dunia karena kita bukan dari dunia, kata Tuhan Yesus. Bukan saja Daniel 3, tetapi di Daniel 1,2 dan 6 membuktikan bahwa Tuhan adalah maha kuasa dan Ia menghargai serta memberikan upahnya bagi orang yang tak mau kompromi, berassimilasi, berbaur dengan gaya hidup yang berlawanan dengan kehendak Tuhan.
Yang perlu kita ingat adalah upah yang diterima SMA belum tentu kita dapatkan atau mungkin kita tidak dapatkan di dunia ini. Situasi dan keadaan serta rencana Tuhan berbeda dengan orang lain. Tetapi, kebenaran ini tetap sama: Tuhan melihat dan memberikan upah bagi orang yang berani ambil resiko terhadap imannya. Tuhan menghargai, menghormati orang yang menghormatiNya! I Samuel 2:30 “Those who honor me I will honor, but those who despise me will be disdained.” Perhatikan reward atau upah yang di dapat SMA dalam pasal 3:
• Pembebasan/Mujijat terjadi (adanya pembebasan dari bakaran api) • Promosi : mereka diberikan kedudukan dan tanggungjawab yang lebih besar lagi. Lulus test iman diikuti promosi dalam kehidupan.
Belajarlah dari kesalahan dan kegagalan para murid & ikutilah teladan kehidupan SMA. Take a stand! Take a Risk! God will always help & strengthen you.
|