Our mission is "To fulfill Jesus' Great Commission whatever the cost, from the Lost to Devoted Follower of Jesus"         

Dilahirkan untuk menderita PDF Print E-mail
Articles
Sunday, 07 December 2008 15:44

DILAHIRKAN UNTUK MENDERITA
By: Stanley Gunawan (EBC)

Natal merupakan hari yang menyenangkan. Setiap Natal dirayakan ditempat yang begitu meriah, begitu indah, makan makanan yang begitu mewah dan mahal. Namun jikalau kita memikirkan kembali Natal pertama, biarlah hati kita sekali lagi tertarik oleh cinta kasih Tuhan, karena Natal pertama merupakan hari yang sangat sederhana dan penuh kehinaan. Kekristenan tidak tiba dengan sesuatu yang meriah dan hormat, tetapi dimulai dengan tempat yang hina. “Christianity starts from the very humble beginning”.

Pada saat hari Natal pertama, dititik itulah Injil dimulai. Injil mulai sejak kelahiran Kristus. Istilah Injil dalam bahasa Gerika adalah Euangelion yang berarti kabar kesukaan dengan bentuk singular. Maka hanya ada satu kabar kesukaan. Apakah itu? Yaitu orang berdosa boleh kembali berdamai dengan Tuhan Allah. Kabar baik ini dimulai dari mana? Dari Yesus yang lahir ke dunia.

Yesus hadir di dalam sejarah. Lahir di dalam dunia sebagai Allah yang menyatakan diri di dalam daging. Inilah yang disebut sebagai Firman yang menjadi tubuh (Yoh 1:14), yang disebut logos menjadi flesh. Lalu mengapa harus menjadi daging? Ibrani 2:14 mengatakan bahwa sebagaimana kita adalah dari darah dan daging, maka Anak Allah yang tunggal menjadi sama berdarah dan berdaging supaya khusus melalui kematianNya Ia mengalahkan Iblis dan membebaskan engkau dan aku. Maka jika kita renungkan, mengapa Yesus lahir? Yesus dilahirkan untuk menderita dan mati bagi engkau dan aku.
Tidak pernah ada satu orang yang hidup lebih miskin, lebih susah dari Yesus. Lahir di tempat binatang, meminjam palungan yang bau dan hina. Mati meminjam kuburan orang kaya. Ditengah-tengah kelahiranNya dan kematianNya ada kesengsaraan, pencobaan, pergumulan, tersendiri, ditolak, diejek, dimaki, diludahi, dan akhirnya disiksa dan dipaku diatas kayu salib, bahkan disangkal dan ditinggal oleh murid-murid yang dikasihiNya sampai mati. Tidak ada orang yang lebih susah daripada Kristus, tidak ada orang yang menanggung berat lebih daripada Yesus dan tidak ada orang yang lebih tersendiri dibanding Yesus.

Yesus dilahirkan dengan persiapan untuk dibatasi. Orang yang miskin menjadi kaya, itu enak. Orang yang dari terbatas menjadi tidak terbatas itu menyenangkan. Tetapi orang yang dari ketidakterbatasan masuk menjadi terbatas baru mengerti apa itu yang dimaksud ‘dibatasi’. Tetapi tidak ada orang yang mengerti bagaimana susahnya Yesus Kristus, dari Sorga yang tidak terbatas menjadi seorang bayi di dalam palungan. Dari Allah yang mencipta menjadi seseorang yang didalam dunia ciptaan dengan berat hanya berpuluh kilo dengan beberapa liter darah dan keringat untuk terus berjalan dan mengenal lelah. Ia rela untuk dibatasi. Mengapa? Mengapa Anak Allah yang mempunyai kemuliaan dan kehormatan yang begitu besar di Sorga harus turun ke dalam dunia dan menderita begitu berat? Jawabannya adalah kasih. There is no greater love than the greatest love of Jesus Christ, come down from heaven to bear your sin, and hung on the cross to replace you and me.

Namun tidak hanya dibatasi, Yesus dilahirkan untuk menjadi hamba. Di dalam Filipi 2:5-7 dipakai istilah ‘Peta Teladan Budak’ dan juga di Roma 8:3 digunakan istilah ‘Peta Teladan Berdosa (daging)’. Kristus yang adalah Peta Teladan Allah yang asli, dimana kita semua copy dari Dia, sehingga kita menurut Peta Teladan Allah. Tetapi yang asli telah datang kedalam dunia memakai peta teladan budak dan peta teladan dosa. Mengapa menjadi hina seperti ini? Karena Dia yang tidak berdosa harus berpeta teladan seperti ini mengganti engkau dan aku, supaya suatu hari nanti kita boleh melepaskan peta teladan budak dan dosa kita dan mendapatkan kemerdekaan dalam peta dan teladan Allah.

Yesus dipukul, dihina, dipasang mahkota duri! Waktu masih muda, Dia diejek, ‘Ini anak haram. Mama-Nya tidak malu, tidak menikah tetapi sudah bersetubuh sampai melahirkanNya.’ Kalimat-kalimat yang menusuk hati-Nya sejak kecil. Dia tahu semuanya. Padahal itu adalah mujizat terbesar dalam dunia genetika, yaitu Maria, anak dara yang tidak menikah, dinaungi oleh Roh Kudus melahirkan Firman ke dalam dunia. Semua tusukan perkataan, hinaan, fitnahan diterimaNya. Yesus, seumur hidup, selama 33½ tahun menerima ejekan, bahkan sampai detik-detik di kayu salib masih mendengar mereka berkata, ‘Turun! Turun dari salib! Jikalau Allah adalah BapaMu, Dia akan menyelamatkan Engkau. Hai Tabib!, Engkau bisa menyembuhkan orang lain, tetapi tidak bisa menyembuhkan diriMu sendiri? Turun! Jika Kau turun, aku akan percaya kepadaMu!’ Yesus turun tidak? Tidak! Mengapa? Karena Dia tahu, kalau Dia turun, hari ini engkau dan aku hanya menunggu masuk ke neraka. Dia tidak boleh turun. Dia harus menjalankan kepahitan itu sampai tuntas, Dia harus taat, taat sampai mati (Filipi 2:8). Dia lahir untuk taat, taat sampai mati – obey to death. Karena engkau dan aku, Ia tidak turun. Yesus menerimanya dan karena ini Dia dilahirkan untuk menderita.

Mari kita merenungkan kembali malam pertama Natal. Perasaan Allah Bapa dan Allah Roh Kudus di sorga melihat Oknum Kedua (Yesus Kristus) turun kedalam dunia dengan segala keadaan yang serius menunggu bagaimana manusia menyambutNya. Dia tidak diterima di hotel yang indah, tetapi di kandang binatang yang bau dan kotor. Yesus Kristus, Juruslamat dunia, dilahirkan untuk menderita.

Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita memiliki kerendahan hati? Maukah kita memikul salib seperti teladan Tuhan kita Yesus Kristus?  Biarlah melalui Natal, kita boleh dibawa untuk lebih mengerti dan mengenal pergumulan Tuhan kita Yesus Kristus didalam dunia.

 

-Soli Deo Gloria-

 Artikel ini disusun dan dirangkum berdasarkan dari khotbah Pdt. Stephen Tong - "Dilahirkan Untuk Menderita".

 


blog comments powered by Disqus
 
More Info

Subscribe to Our Site

Keep up to date with our latest sermon notes and articles!

 Subscribe via an RSS reader or delivered to your Email address

Who's Online

We have 4 guests online