No comments yet

Draw near to God

1) DATANG PADA TUHAN DENGAN PENUH KEYAKINAN KARENA APA YANG YESUS SUDAH LAKUKAN UNTUK KITA
(ayat 22).
Iman harus dibangun atas dasar fakta firman Tuhan! Baru perbuatan baik, feeling kita menyusul. Ayat 22 menjelaskan bagaimana darah Kristus sebagai pengorbanan untuk mengampuni dan menyucikak kita (baca juga ayat 19).

2) MENDEKAT PADA TUHAN DENGAN MOTIVASI YANG BENAR
..marilah kita menghadap Tuhan dengan hati yang tulus ikhlas..
Manusia pada umumnya suka memanipulasi dam bermuka dua. Ayat ini mau berkata supaya kita tidak munafik di hadapan Tuhan. Datanglah dengan hati yang tulus (dari terjemahannya tulus adalah benar. Jadi datang dengan hati yang benar!).

Hati disini adalah kardia, untuk menunjukkan pusat dari keputusan intelektual dan emosional (both). Saat knowledge dan hati kita tidak satu, kita munafik di hadapan Tuhan! (sama seperti orang Farisi).
Baca Amsal 4:23.

Apa pun keadaan hidup kita in the past and present, datanglah pada Tuhan dengan hati yang benar, karena Ia tidak akan membuangmu. Tuhan melihat hati kita saat kita datang kepada Dia.

3) MENJAGA HUBUNGAN DENGAN TUHAN TERUS MENERUS
Bentuk kerjanya adalah present. Sesuatu yang terus menerus, menjadi habit. Saat kita ingin menghadap dan rindu pada Tuhan, ingat bahwa Tuhan lebih rindu lagi untuk berhubungan dengan kita. Sejak awal Tuhan lah yang mengambil langkah dulu untuk bersekutu dengan manusia. Manusia selalu jatuh dan tidak mau Tuhan, tidak mencari Tuhan.

Istilah draw near dari Proserchomai – pro:towards, near dan erchomai:come – kerinduan yang terus menerus untuk datang pada Tuhan. Sering yang terjadi adalah saat kita ada tekanan atau masalah atau dosa, kita malah mau menjauh dari Tuhan, melarikan diri dari Tuhan.
Dosa selalu membuat jauh dari Tuhan, selalu memuaskan diri sendiri. Dia ada di kegelapan sehingga takut dan tidak mau ke terang. Tuhan kita adalah Tuhan yang rindu dan senang saat orang datang kepada Dia. He wants to call your name, He wants you to come.

NOTE: Ringkasan khotbah ini belum diperiksa pengkhotbah

Enhanced by Zemanta

X